Thursday, April 28, 2016

5 Cara Mengatasi Kenakalan Remaja

Cara Mengatasi Kenakalan Remaja - Masa remaja merupakan masa yang erat dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja merupakan sesuatu yang lumrah, apalagi masa remaja merupakan masa pencarian jati diri.

Walaupun itu sesuatu yang lumrah, namun juga harus diminimalisir atau diatasi. Berikut cara mengatasi kenakalan remaja.
5 Cara Mengatasi Kenakalan Remaja

1. Kasih Sayang Orang Tua
Keluarga merupakan tempat anak menerima berbagai pendidikan awal. Dari keluarga anak belajar bersikap, bertingkah laku dan lain sebagainya.

Kasih sayang orang tua sangat penting bagi anak. Kasih sayang orang tua yang kurang bisa mengakibatkan remaja menjadi nakal. Dan begitu pula, kasih sayang orang tua yang cenderung menuruti segala kemauan anak juga bisa mengarah kepada kenakalan remaja.

Oleh karena, orang tua harus pintar-pintar menempatkan diri dan memberikan kasih sayang yang sesuai.

2. Pembelajaran Agama yang Kuat
Remaja yang mengenal Islam secara dalam tentu akan mudah terhindar dengan kenakalan remaja. Dengan agama, hidup remaja akan lebih terarah.

Remaja yang paham agama kemudian melaksanakan perintah agama, dalam hidupnya memiliki pertimbangan-pertimbangan baik atau buruk. Pahala dan dosa. Hari pertanggung jawaban dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, salah satu cara mengatasi kenakalan remaja adalah pembelajaran dan pemahaman agama yang baik.

3. Teman Bergaul
Salah satu elemen penting yang mempengaruhi remaja adalah teman bergaul. Semakin positif teman bergaulnya, tentu sang remaja tidak akan melakukan hal-hal yang sifatnya negatif.

Orang tua harus memperhatikan dengan siapa sang anak bergaul. Orang tua harus menasehati kepada sang anak agar memilih teman bergaul yang baik, teman bergaul yang melakukan hal-hal positif dan bermanfaat.

Sang anak juga harus paham bahwa dari temanlah ia bisa dinilai. Ia harus belajar mencari teman yang baik. Jika ada teman yang kurang baik hendaknya dinasehati agar bisa melakukan hal-hal positif dan kalaupun tidak bisa hendaknya teman tersebut dihindari.

4. Pengawasan Guru/Sekolah
Sekolah formal bisa dikatakan merupakan sekolah kedua bagi anak remaja. Sebagian besar waktu remaja biasanya dihabiskan di sekolah.

Oleh karena itu, seorang guru di sekolah harus bijak dalam mendidik siswanya. Apalagi yang memasuki masa remaja.

Sang guru harus memberikan contoh yang baik, berusaha bersahabat dengan mereka, memberikan teladan dan motivasi dalam dirinya untuk menjadi orang hebat di masa depan.

5. Pengawasan Media
Di era sekarang, pengawasan media baik elektronik maupun cetak harus dilakukan guna mencegah kenakalan remaja.

Orang tua selain memberikan fasilitas teknologi kepada anaknya, juga harus berusaha mengawasi penggunaan teknologi yang diberikan. Terutama teknologi komunikasi berupa handphone, smart phone dan lain sebagainya.

Bentuk pengawasan tersebut dapat berupa pemberian pemahaman tentang bahaya konten-konten yang tidak baik dalam mempengaruhi perilakunya kelak.

Selain itu, hendaknya orang tua menjadi tempat curhat yang baik bagi anak. Jangan sampai sang anak lebih banyak curhat di sosial media kemudian orang tua tidak tahu atau tidak mau tahu tentang permasalahan yang dihadapi sang anak.

Baca juga : Perubahan Fisik pada Masa Pubertas Remaja Putri

Demikianlah 5 cara mengatasi kenakalan remaja, yang dipelopori dari orang tua, sekolah dan media. Semoga pembahasan ini bermanfaat buat anda.

Sunday, March 17, 2013

Cerita Remaja : Selalu Ingin Tubuhnya Tinggi

Cerita Remaja : Selalu Ingin Tubuhnya Tinggi - Salah satu dari sekian banyak angan-angan seorang remaja adalah memiliki tubuh yang tinggi. Tidak pandang, apa itu remaja putri maupun terlebih kepada remaja putra. Semuanya menginginkan tubuh yang tinggi.
Cerita Remaja : Selalu Ingin Tubuhnya Tinggi

Tumbuh tinggi maksimal. Entah, dari mana ini trend. Tubuh tinggi pasti lebih perfect. Sedikit atau banyak ini sebenarnya pengaruh media, baik cetak maupun non cetak yang mempengaruhi pemikiran remaja bahwa remaja yang baik, perfect adalah remaja yang punya tinggi badan 170 cm mungkin untuk laki-laki dan sekitar 160-165 cm bagi remaja putri. Itu sah-sah saja sebenarnya.


Apabila kamu masih dalam usia pertumbuhan (perempuan di bawah umur 18 tahun, dan laki-laki di bawah umur 21 tahun), ayo maksimalkan tinggi tubuh kamu. Ada dua faktor yang dapat memaksimalkan tinggi badan Anda, yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar. Apa itu...?

Faktor dari dalam, ini terkait dengan genetik atau sifat bawaan Anda dari orang tua. Dan tentunya, niat Anda untuk menggikan badan Anda secara optimal.

Faktor dari luar, ini menyangkut nutrisi yang masuk ke dalam tubuh kamu, dan kondisi lingkungan dan aktivitas.

Untuk memaksimalkan tinggi badan Anda yang sekarang masih remaja, ayo list satu per satu bagaimana cara meninggikan badan.

1. Pertama, niat atau ada memang kemauan untuk meninggikan tinggi badan secara optimal.

2. Setelah itu, telusuri deh jejak rekam keluarga Anda. 

Lihat apakah kedua orang tua Anda termasuk kategori orang yang tinggi atau bagaimana. Kalau orang tua Anda tinggi, maka syukur Anda punya modal besar untuk punya juga tinggi badan yang optimal. Lalu, bagaimana dengan yang punya orang tua tidak terlalu tinggi. Tenang saja. Faktor genetik bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi tinggi badan seseorang, kamu juga perlu memperhatikan gizi yang cukup dan seimbang untuk pertumbuhan, hormon yang diperlukan untuk merangsang pertumbuhan.

Lalu, aktifitas apa yang bisa membuat tinggi badan Anda dapat mencapai hasil yang maksimal. Ini pembahasan sudah menyangkut pada faktor kedua. Yaitu, faktor dari luar. Yuk, kita urai satu per satu.

3. Mulailah dengan rajin berolahraga. 

Yang tidak suka olahraga mulai sekarang Anda harus suka dengan olaharaga. Okey. Stretching Gerakan stretching atau meregangkan badan dapat membantu tulang-tulang hingga tertarik dan memanjang. Jadi, lakukanlah stretching secara rutin dan intensif untuk merangsang tulang-tulang menjadi tumbuh memanjang. Hanging Hanging atau bergantung dengan kedua tangan juga mampu merangsang pemanjangan tulang-tulang, terutama tulang punggung. Kicking Kicking atau gerakan menendang-nendang dapat merangsang pertumbuhan tulang kaki agar memanjang secara optimal. Bersepeda Ingin aktifitas yang lebih santai? Kamu bisa bersepeda santai secara rutin setiap hari. Menapak pada pedal secara rata (jangan jinjit), punggung dalam keadaan tegap dapat merangsang pertumbuhan panjang kaki kamu. Berenang Jika kamu senang beraktifitas yang berhubungan dengan air, tahukah kamu berenang merupakan salah satu aktifitas yang membuat seluruh bagian tubuh kamu mengalami peregangan. Karena itulah, berenang secara rutin juga dapat membantu pertumbuhan kamu agar menjadi lebih tinggi.

4. Perhatikan Aspek Nutrisi Makanan

Penting bagi Anda remaja yang ingin tubuhnya lebih tinggi untuk mulai hari ini, mulai dari sekarang untuk memperhatikan nutrisi yang masuk dalam tubuh Anda. Makan atau minum jangan asal comot, asal makan saja yang penting kenyang. Anda harus perhatikan pola makanan Anda, penuhi nutrisi makanan yang seimbang. Mulailah dari sekarang banyak mengkonsumsi makanan dan atau minuman yang mempunyai kandungan protein, kalsium, zinc yang tinggi. Nutrisi ini sangat membantu Anda memaksimalkan pertumbuhan badan Anda.

Tuesday, February 19, 2013

Perubahan Fisik pada Masa Pubertas Remaja Putri

Perubahan Fisik pada Masa Pubertas Remaja Putri - Sebelumnya saya sudah membuat postingan yang membahas mengenai "Mengenal Masa Pubertas pada Remaja", dalam postingan atau artikel tersebut saya menjelaskan sedikit mengenai pengertian masa pubertas pada remaja. Ini penting juga untuk diketahui karena kondisi fisik maupun psikis remaja yang sedang mengalami masa pubertas akan sangat berbeda dengan masa kanak-kanak atau pun masa dewasa. Jika Anda ingin membacanya lagi, silahkan saja ke sini "Mengenal Masa Pubertas pada Remaja".
Perubahan Fisik pada Masa Pubertas Remaja Putri
Remaja putri
Perubahan fisik pada masa remaja adalah sebuah keniscayaan karena aktivitas aktif dari tubuh yang sedang berkembang. Pada masa remaja, biasanya secara garis besar terjadi 2 perubahan yakni perubahan secara fisik dan perubahan pada psikis atau psikologi.

Nah, bagaimana perubahan fisik yang terjadi pada masa remaja. Artikel yang saya buat kali ini, saya berusaha memberikan informasi mengenai "Perubahan Fisik pada Masa Pubertas Remaja Putri".

Empat perubahan fisik pada masa remaja yaitu :
  1. Perubahan ukuran tubuh, Perubahan fisik utama pada masa puber adalah perubahan ukuran tubuh dalam tinggi dan berat badan.
  2. Perubahan proporsi tubuh, Perubahan fisik pokok yang kedua adalah perubahan proporsi tubuh, daerah-daerah tubuh tertentu yang tadinya terlampau kecil sekarang menjadi terlampau besar. Badan yang kurus dan panjang mulai melebar di bagian pinggul, bahu, dan ukuran pinggang berkembang, tungkai kaki lebih panjang dari pada badan dan keadaan ini bertahan sampai sekitar usia 15 tahun. Lengan dalam pertumbuhannya mendahului pertumbuhan pesat badan, sehingga tampaknya terlalu panjang, pertumbuhan lengan dipengaruhi oleh usia kematangan.
  3. Perubahan Seks Primer, akan dibahas pada artikel saya selanjutnya.
  4. Perubahan Seks Sekunder, akan dibahas pada artikel saya selanjutnya
Secara umum, perubahan fisik pada remaja putri yang sedang mengalami masa pubertas, diantaranya :
  1. Struktur vulva menjadi lebih besar dan lebih jelas, warnanya pun mengalami perubahan.
  2. Selama pubertas, mons pubis membesar, mendorong bagian depan labioa majora menjauh dari tulang kemlauan dan jadi tepat menghadap ke bawah saat berdiri. Jumlah lemak tubuh mempengaruhi perubahan tersebut.
  3. Payudara akan tumbuh membesar dan berbentuk seperti payudara wanita dewasa. Pertumbuhan ini dimulai dengan terbentuknya gundukan lembut tepat di bawah aerola yang akan terasa sakit  terutama jika ditekan. Gundukan kecil ini bisa tumbuh di salah satu atau di kedua belah payudara sekaligus.
  4. Adanya pertumbuhan rambut pubis yang dimulai di labia majora yang kemudian menyebar ke mons
  5. Adanya pertumbuhan rambut pada bagian ketiak.
  6. Pertumbuhan tinggi badan akan tampak jelas karena adanya ledakan pertumbuhan akibat pengaruh hormon.
  7. Perkembangan otot paha yang lebih besar di belakang tulang paha dibandingkan di bagian depannya.
  8. Pelebaran pinggul.
  9. Ukuran tangan dan kaki lebih kecil dibanding pria.
  10. Wajah lebih bulat.
  11. Hormon estrogen membuat kulit menjadi semakin halus, lembut dan vaskular lebih tebal.
  12. Suara semakin halus.
  13. Adanya peningkatan sekresi kelenjar minyak dan keringat yang seringkali menyebabkan jerawat dan bau badan.
  14. Perubahan distribusi berat badan dan lemak. Timbunan dan cadangan lemak berpusat terutama di sekitar bokong, paha dan pinggul.
  15. Periode menstruasi akan dimulai.

Mengenal Masa Pubertas pada Remaja

pubertas masa remaja
Mengenal Masa Pubertas pada Remaja - Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur delapan hingga sepuluh tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada wanita pubertas ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah. (wikipedia.com).

Pubertas adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu tahapan penting dalam masa serta proses tumbuh kembang anak. Masa pubertas anak juga bisa dikatakan sebagai suatu masa transisi / masa peralihan dari masa anak-anak ke masa menuju remaja dan juga dewasa.

Pubertas merupakan proses perubahan menuju kematangan fisik dan seksual, sehingga pada fase ini si anak siap untuk menjalankan fungsi reproduksinya.

Sunday, February 17, 2013

Mengenal Masa Remaja

Mengenal Masa Remaja - Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Masa remaja termasuk  masa yang sangat menyenangkan, masa yang menghabiskan banyak waktu.

Remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga. (wikipedia.com).
Mengenal Masa Remaja

Usia remaja adalah usia dengan kondisi fisik yang masih cukup fresh, baik dan sehat. Remaja memiliki energi yang lebih prima ketimbang orang tua. Singkat kata, usia remaja memiliki potensi fisik yang cukup baik dalam melakukan berbagai aktifitas.

Dalam ilmu kedokteran dan ilmu-ilmu yang terkait (seperti Biologi dan Ilmu Faal) remaja dikenal sebagai suatu tahap perkembangan fisik di mana alat-alat kelamin manusia mencapai kematangannya (Sarlito, 2002:6). Dalam pengertian ini remaja dipandang dari sudut fisik dimana individu disebut remaja apabila individu tersebut secara fisik telah mampu untuk melakukan reproduksi.

Selain itu juga, Sugeng (1995: 11-12) mengatakan “Bahwa remaja merupakan masa peralihan antara masa kehidupan anak dan masa kehidupan dewasa dan remaja sering menunjukkan kegelisahan, pertentangan, dan keinginan mencoba segala sesuatu.” Dalam hal ini remaja dikatakan sebagai individu yang masih belum jelas identitas dirinya atau juga disebut dengan individu yang masih mencari jati dirinya. Misalnya saja remaja mempunyai rasa keingin tahuan yang tinggi, jarang sekali remaja yang memgang prisip atas dirinya.

Masa remaja adalah suatu tahap antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Istilah ini menunjuk masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan; biasanya mulai dari usia 14 pada pria dan usia 12 pada wanita. Transisi ke masa dewasa bervariasi dari satu budaya kebudayaan lain, namun secara umum didefinisikan sebagai waktu dimana individu mulai bertindak terlepas dari orang tua mereka.