Tuesday, February 19, 2013

Mengenal Masa Pubertas pada Remaja

pubertas masa remaja
Mengenal Masa Pubertas pada Remaja - Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur delapan hingga sepuluh tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada wanita pubertas ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah. (wikipedia.com).

Pubertas adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu tahapan penting dalam masa serta proses tumbuh kembang anak. Masa pubertas anak juga bisa dikatakan sebagai suatu masa transisi / masa peralihan dari masa anak-anak ke masa menuju remaja dan juga dewasa.

Pubertas merupakan proses perubahan menuju kematangan fisik dan seksual, sehingga pada fase ini si anak siap untuk menjalankan fungsi reproduksinya.

Dalam bukunya Hurlock (2004; h. 184) pubertas adalah periode dalam rentang perkembangan ketika anak-anak berubah dari mahluk aseksual menjadi mahluk seksual. Menurut Narendra (2002; h. 138) pubertas merupakan suatu bagian yang penting dari masa remaja dimana yang lebih ditekankan yaitu proses biologis yang pada akhirnya mengarah kepada kemampuan bereproduksi. Definisi masa pubertas adalah masa transisi antara masa anak dan dewasa, dimana terjadi suatu percepatan pertumbuhan (growth spurt), timbul ciri-ciri seks sekunder, tercapai fertilitas dan terjadi perubahan psikologis yang mencolok.

Pubertas dimulai ketika hipotalamus, yang merupakan bagian otak, melepaskan hormon GnRH (gonadotropin releasing hormone). Hormon pelepas gonadotropin ini (GnRH ) akan memberikan sinyal pada kelenjar pituitari untuk melepaskan luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH) untuk memulai perkembangan seksual, baik pada anak laki-laki maupun perempuan.

Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh). Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara perempuan dan laki-laki. Dengan kata lain, pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi telah berfungsi dan tubuh mengalami perubahan.

Hormon seks yang memengaruhi perempuan adalah estrogen dan progesteron yang diproduksi di indung telur, sedangkan pada laki-laki diproduksi oleh testis dan dinamakan testosteron. Hormon-hormon tersebut ada di dalam darah dan memengaruhi alat-alat dalam tubuh sehingga terjadilah beberapa pertumbuhan.

Artikel Terkait

Mengenal Masa Pubertas pada Remaja
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email